Setiap jiwa

setiap jiwa yang sadar selalu mencoba untuk menuju perbaikan. tetapi takkan pernah ada perasaan dimana sang mentari kan berhenti bersinar. selalu ada harapan untuk menjadi yang diinginkan orang, namun hampir tidak ada harapan tentang apa sebenarny apa yang ingin kita capai. diri ini tak ubahnya seperti air yang mengalir mengikuti alur sungai yang meliuk-liuk tanpa sang air tahu kemana akan berlabuh. sedikit sekali yang meresap atau yang berubah haluan. alur yang menurun tajam berbatu, memecah diri dan menyatu lagi tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
jika bisa, sang air ingin tahu apa yang ada di depan sana, sehingga ia bisa mengatur dirinya untuk menghadapi segala sesuatu yang mungkin terjadi. Sang mentari tersenyum melihat sang air nan terus melaju. sang mentari bahkan lebih tahu apa yang akan terjadi dan air pun serentak melayang saat senyum sang mentari tersenyum lebar,… sang air melayang dan terbang ringan. ia melihat betapa panjangnya perjalanan. mentari terus tersenyum hingga tak sadar sang air turun lagi ke bumi, dan ia pun siap menghadapi hidupnya.
apakah kita bisa ringan untuk mencoba melihat masa depan? apakah saat kita terbang diatas mampu untuk turun pelan2? daripada jatuh terjerembab, turunlah pelan2 saat kau ada diatas dan bersiaplah dengan lebih baik, hidupmu akan terasa lebih ringan dari biasanya…….

Iklan

2 Responses to Setiap jiwa

  1. aRuL berkata:

    nikmat juga kalo kita menganggap hidup sebagai air 🙂

  2. fauzansigma berkata:

    nyet postingmu romantis2 nih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: